Bata Tahan Api/CAstable/Semen Tahan Api

BATA TAHAN API-CASTABLE - SEMEN TAHAN API

MATERIAL REFRACTORY

Material refraktori sangat diperlukan untuk banyak industri proses. Material ini melapisi furnace, tundish, ladle dan sebagainya. Material ini juga digunakan sebagai Nozzle, Spout, dan Sliding Gate. Biaya untuk pembelian dan instalasi refraktori adalah faktor yang menentukan dalam biaya proses secara keseluruhan. Kegagalan (failure) material refraktori ketika digunakan dalam suatu proses dapat berarti suatu bencana. Material refraktori diharapkan dapat tahan terhadap temperatur tinggi, tahan terhadap korosi slag cair, logam cair dan gas-gas agresif, siklus termal (thermal cycling), tahan terhadap benturan dan abrasi dengan hanya sedikit perawatan. Banyak orang bekerja di Industri yang menggunakan refraktori tetapi hanya sedikit yang mengerti tentang material ini, sehingga pemborosan biaya tidak dapat dihindari.

Refraktori didefinisikan sebagai material konstruksi yang mampu mempertahankan bentuk dan kekuatannya pada temperatur sangat tinggi dibawah beberapa kondisi seperti tegangan mekanik (mechanical stress) dan serangan kimia (chemical attack) dari gas-gas panas, cairan atau leburan dan semi leburan dari gelas, logam atau slag

Dengan kata lain refraktori adalah material yang dapat mempertahankan sifat-sifatnya yang berguna dalam kondisi yang sangat berat karena temperatur tinggi dan kontak dengan bahan-bahan yang korosif. Refraktori dibuat dari berbagai jenis material terutama keramik yang mana termasuk bahan-bahan seperti alumina, lempung (clay), magnesia, chromit, silicon karbida dan lain-lain. Refraktori digunakan untuk mengkonstruksi atau melapisi struktur yang berhubungan dengan temperatur tinggi, dari perapian sampai blast furnace.
Untuk dapat melayani aplikasi yang diminta, refraktori memerlukan sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat ini diantaranya titik lebur yang tinggi, kekuatan yang bagus pada temperatur tinggi, tahan terhadap degradasi, mudah dipasang, dan biaya masuk akal.

Material Bahan Baku (Raw Material) 

1. Lempung (Clays)

Lempung dari berbagai kelompok material terbentuk dari proses pelapukan batuan metamorphosis atau batuan beku. Material ini umumnya sangat halus dengan ukuran partikel kurang dari 2 mikron. Material yang menarik bagi pembuat (manufaktur) refraktori adalah yang mempunyai kandungan alumino-silikat yang tinggi.
Kelompok refraktori ini biasanya mempunyai ketahanan yang bagus terhadap slag asam (acid slag). Secara umum property dari kelompok ini yaitu sebagai berikut:

  • Bagus sebagai material insulator.
  • Beberapa jenis mempunyai perilaku ekspansi yang kompleks, tetapi kebanyakan hanya mempunyai ekspansi panas yang kecil.
  • Kekuatan yang sedang pada temperatur tinggi, mengandung fasa gelas yang bertitik lebur rendah.
  • Ketahanan yang bagus terhadap slag asam (acid slag).
  • Ketahanan yang bagus terhadap kejut panas (thermal shock)
  • Tidak mahal dan mudah tersedia.

Lempung adalah campuran dari beberapa mineral lempung, yang biasanya juga mengandung jumlah yang bervariasi dari mineral bukan lempung.

Lempung Cina (China Clay) atau Kaolin adalah jenis lempung yang mempunyai kandungan mineral utama berupa kaolinite. Mineral yang lain seperti kwarsa, feldspar dan mika.

Lempung Bola (Ball clays) terdiri dari mineral utama kaolinite dan illite, dan sering juga mengandung sejulah tertentu bahan-bahan organic. Ukuran butiran dari ball clays biasanya lebih kecil dari pada China clay, selain itu juga mempunyai tingkat plastilitas yang tinggi serta kekuatan yang bagus bila kering. Jumlah illite yang besar di dalam material cenderung menurunkan titik lebur dari ball clays.

Fire clay (lempung api) adalah ball clay dengan kandungan kaolinite yang tinggi dan kandungan illite yang rendah. Sebagai akibatnya, fire clay mempunyai titik lebur yang tinggi untuk jenis lempung, oleh karena itu digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori.

Flint clays (lempung batu api) adalah lempung dengan kandungan silica yang tinggi, juga digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori.

Bata lempung (Brick clay) mempunyai rentang komposisi yang lebar, tetapi biasanya komposisi utamanya kaolinite atau illite. Selain itu juga mengandung mineral besi yang menghasilkan warna merah ketika dibakar.

2. Alumina

Alumina untuk refraktori berasal dari deposit alami dan buatan. Sumber-sumber alami terdiri dari Bauksite dan Diaspore. Sedangkan yang buatan terdiri dari Calcined Alumina, Sintered Alumina, dan Fused Alumina.
Bauksit adalah bijih yang mengandung Boehmite (Al2O3.H2O) atau Gibbsite (Al2O3.3H2O) dalam proporsi yang bervariasi. Bauksit juga mengandung oksida besi, alumino-silikat dan titania. Bauksit yang kaya akan oksida besi dan pengotor lain dapat digunkan untuk membuat Calcined Alumina melalui proses Bayer atau untuk membuat logam alumunium. Bauksit yang langsung digunakan unuk membuat refraktori harus memiliki kandungan pengotor yang rendah. Segera setelah ditambang kemudian bauksit dikalsinasi di rotary kiln untuk penyetabilan. Komponen utama adalah corundum (alumina α) dengan sedikit Mullit dan sejumlah kecil fasa glas.

Diaspore adalah monohidrat alumina, membentuk corundum langsung selama pemanasan, sehingga hanya membutuhkan kalsinasi sebelum digunakan sebagai bahan baku refraktori.

Calcined alumina dibuat dengan proses Bayer, beberapa grade tersedia dengan property yang sesuai dengan aplikasinya.
Sintered Alumina dibuat dengan peletisasi (peletizing) calcined alumina, lalu disinterisasi pada temperature sangat tinggi (> 1800 C) di Rotary Kiln. Sintered pellet kemudian di remuk (crushing) yang akan menghasilkan alumina kualitas sangat tinggi dengan butiran kasar. Kadang-kadang juga disebut tabular alumina karena bentuk kristalnya yang besar menyerupai tablet. Kandungan mineral utama adalah alumina α dengan hanya sejumlah kecil sangat kecil (trace) alumina β (Na2O.11Al2O3).
Fused Alumina dibuat dengan cara melebur calcined bauxite atau calcined alumina di electric Arc furnace (EAF). Material yang telah lebur tersebut lalu dicetak menjadi ingot dan kemudian diremuk. Terdapat beberapa jenis fused Alumina, yaitu:

  • Brown Fused Alumina yang terbuat dari bauksit, selama peleburan pengotor-pengotor dipisahkan sehingga akan diperoleh kandungan alumina sebesar 94-97%, pengotor yang tersisa akan memberikan warna coklat.
  • White Fused Alumina yang terbuat dari calcined Alumina dan mengandung alumina sebesar > 99%, material ini bersifat sangat refraktori (> 1900 C), densitasnya tinggi dan tangguh, bila warnanya pink maka mengandung oksida Khrom sekitar 2%.

Fused alumina mempunyai kristalisasi yang hamper sempurna sehingga membuatnya sangat stabil, oleh karena itu mempunyai kekuatan yang sangat bagus pada temperature tinggi dan ketahanan yang prima terhadap abrasi dan korosi.

Properti umum yang dimiliki refraktori alumina adlah sebagai berikut:

  • Kekuatan yang tinggi pada temperatur tinggi.
  • Sangat keras.
  • Bersifat Amphoter, ketahanan korosi yang bagus terhadap berbagai variasi slag.
  • Konduktivitas panasnya lebih tinggi daripada kelompok alumino-silikat.
  • Kurang tahan terhadap kejut panas.

3. Silika

Silika membentuk sekitar 60% dari lapisan kerak bumi, sehingga bahan baku untuk refraktori silica mudah tersedia. Sumber alaminya adalah kwarsa dan tanah diatomae. Pasir silica adalah bahan baku utama. Pasir dpat berasal dari pantai, lempung pasir, atau dibuat dengan meremuk batu pasir. Sedangkan tanah diatomae atau diatomit mengandung rangka-rangka silica dari alga bersel tunggal yang disebut diatom. Rangka-rangka tersebut tersusun dari silica hidrat dan silica amorf. Setelah dikalsinasi material bersifat sangat porous dan ringan sehingga bagus digunakan sebagi material insulator.

Fused silica dibuat dengan melebur pasir murni, hampir sama dengan cara membuat fused alumina, dengan sedikit perbedaan yaitu disertai quenching terhadap material. Produknya bersifat amorf dan mempunyai ekspansi panas yang sangat rendah, sehingga volumenya sangat stabil. Akan tetapi material hanya dapat digunakan untuk periode yang panjang pada temperature sampai 1200 C, ketika itu material gelas akan melunak dan membentuk kristobalit pada 1270 C.

Silika mempunyai banyak polimorf sehingga perubahan fasa akan terjadi bila memanaskan silica, selain itu juga disertai dengan perubahan volume yang cukup berarti. Hal ini akan menyebabkan masalah jika memanaskan material yang mengandung kwarsa.

Penggunaan refraktori silica penggunaannya terus menurun, hal ini disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi steelmaking dimana membutuhkan refraktori yang mampu mengatasi temperature yang lebih tinggi. Selain itu juga masalah kesehatan yang berkaitan dengan handling silica (silikosis) juga turut menyumbang pada penurunan popularitasnya.

Properti umum dari refraktori silica adalah sebagai berikut:
Masih dapat menanggung beban sampai mendekati titik leburnya.
Hanya sedikit menyusut sampai 1600 C.

  • Tahan terhadap korosi leburan Fe dan slag asam
  • Insulator yang baik.
  • Sensitif terhadap kejut panas pada 600 C.
  • Bila terkena uap air dalam waktu yang lama dapat menyebabkan hancur (crumbling).
  • Debu SiO2 dapat menyebabkan maslah kesehatan (Silikosis).

Castable Cor Semen Sedang tahan api yg tidak peka pada jumlah air, lantaran kandungan semen di dalamnya yang sedikit. Bahan media Castable Cor  Semen refraktori yaitu bahan yang memiliki resiko lebih sedikit pada benturan fisik saat penggunaan. Castable Cor Semen Sedang  mempunyai keuntungan dari resistensi erosi abrasi yang begitu baik. Serta dalam aplikasi castable cor ini bisa dipakai untuk melakukan perbaikan boiler, tungku serta instalasi panas.

Castable Cor Semen Sedang yang dipakai untuk kebutuhan perusahaan dalam soal tehnologi untuk produksi, bekerja dan bagaimana untuk dimasukkan kedalam susunan agregat panas. Tengah castable semen lebih disenangi lantaran kemampuan tinggi.

Anda sedang membangun tungku peleburan, oven ataupun furnace membutuhkan castable cor c-16 , Perusahaan kami menproduksi dan menjual berbagai macam material tahan api mulai bata api, castable cor, mortar sampai isolasi. Untuk update Harga Castable C-16 terbaru bisa menghubungi marketing engineering kami di detail kontak kami. Material castable cor C-16 merupakan material tahan api yang aplikasinya di cor-kan atau di casting. Harga Castable Cor C-16 bervariasi antara perusahaan lain dengan yang lainnya.Namun harga Castable C-16 yang kami berikan kami jamin harga yang kompetitif murah dengan kwalitas sangat bagus dan tahan lama. Untuk detail Material Castable Cor C 16 bisa menghungi kami.

Perusahaan kami memproduksi Neocast castable rendah semen untuk furnace sesuai dengan standart astm dan standart SNI sehingga terjamin dalam hal kualitas. Serta perusahaan kami ditunjang dengan laboratorium yang memadai sehingga setiap produk Neocast castable rendah semen yang kami produksi selalu terjamin dalam hal mutu dan kualitas.NEOCAST LCC-series adalah kelompok dari Low Cement Castable atau castable dengan kandungan semen rendah, karena kandungan Cao di dalamnya yang rendah, produk ini mempunyai kekuatan yang sangat bagus pada suhu panas maupun dingin, ketahanan terhadap abrasi yang tinggi dan tingkat ketahanan panas yang sangat bagus.Berbeda dengan castable cor biasa atau normal castable refractory, Neocast castable rendah semen dapat dikatakan sebagai material repair di lokasi furnace yang memiliki abrasi dan erosi yang tinggi untuk pemasangan material refraktori tidak memungkinkan bila menggunakan castable cor biasa. Gunakan hanya Neocast castable rendah semen yang berkualitas dari “bat” agar lebih efesien.

Dense refractory castable neocast adalah salah satu bahan tahan api yang berbentuk bubuk. Ini terbuat dari agregat tahan api dengan ditambah bubuk tahan api, untuk lebih rekat ditambahkan material pengikat dan aditif lainnya. Dalam penggunaannya castable refractori bersifat mudah dalam aplikasinya, ada bentuk yang tetap, Memiliki likuiditas yang tinggi, Casting dan pemasangan dengan molding. Castable ini Bisa aplikasinya secara langsung dan dalam menggunakan setelah menambahkan air yang sesuai atau cairan lainnya. Ini adalah salah satu jenis bahan tahan api baru tidak perlu kalsinasi